Jumat, 03 September 2010

IPTEK VOICE : PLTN Sebagai Ketahanan Energi Masa Depan


Dewasa ini, pemanfaatan energi nuklir semakin pesat dan telah meluas baik di negara-negara maju maupun negara berkembang. Pemanfaatan energi nuklir tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti bidang penelitian, pertanian, kesehatan, industri, pertahanan keamanan dan energi. Kondisi cadangan dan kebutuhan energi nasional saat ini menggambarkan kekhawatiran kita akan keberlangsungan ketahanan energi di masa mendatang. Untuk itu siaran IPTEK VOICE, Senin 30 Agustus 2010, pukul 08.30 – 09.00WIB  mengulas “PLTN Sebagai Ketahanan Energi Masadepan” dengan narasumber Prof.DR.M.Syamsa Ardisasmita,DEA, Deputi Menteri Bidang Jaringan Iptek,Kementerian Riset dan Teknologi.

Prof.Syamsa menjelaskan PLTN itu singkatan dari pembangit listrik tenaga nuklir, sebenarnya Indonesia sungguh sangat beruntung banyak sekali alternatif energi yang terbesar dari batubara,gas, geothermal potensinya juga sangat besar, PLTN atau nuklir adalah suatu energi strategis untuk masadepan karena itu kita harus ikut mengembangkannya atau ikut mengikuti perkembangannya teknologi nuklir yang mempunyai nilai strategis ini.
PLTN generasi ke 3½ ini atau generasi ke 4 demikian amannya, diperhatikan,kecelakaan nuklir praktis kecil kemungkinannya, dikatakan strategis PLTN sekarang ini kita gunakan untuk pengembangan energi kita terutama batubara cair jadi yang akan datang batubara kita akan produksi batubara yang sudah kita proses, proses disini maksudnya karena kita tahu mengemisi karbon karena kita menghadapi masalah global warming, maka kita harus membatasi masalah karbon dengan cara nuklir akan membantu untuk memhasilkan yang namanya temperatur tinggi , itu bisa diatas 800 – 1200 derajat cc, itu digunakan desifikasi (batubara bisa menjadi sebuah gas) sehingga batubara bisa jadi berupa gas darisana dipisahkan polutan-polutan  sehingga dihasilkan batubara cair yang  lebih bersih ramah lingkungan, maka temperatur sudah turun 600 derajat, lalu digunakan untuk menggerakkan turbin  untuk membangkitkan listrik setelah melewati turbin turun sekitar 200 derajat maka bisa untuk desalinasi air laut, adalah proses yang menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi atau portable waterterutama di pulau jawa tengah menghadapi krisis air tanah, maka satu reaktor nuklir bisa multifungsi dan efesiensi yang bisa diberikan  sangat besar.
Prof.Syamsa juga menjelaskan reaktor nuklir saat ini masuk kedalam generasi 3½  akan masuk ke 4, sedangkan kalau yang sering mengalami adalah generasi ke 1 dan ke 2, jadi keamanannya kurang diperhatikan pada saat itu pada saat kecelakaan zat-zat radio aktifnya langsung mencemari lingkungan. Reaktor nuklir merupakan jawaban energi masadepan contoh matahari terjadi karena reaksi inti, energi penggabungan yang bahan bakarnya sangat sederhana yaitu air,hidrogen bergabung menjadi helium dengan menghasilkan energi, kita baru bisa siap tahun 2040-2050 kesulitannya saat ini bagaimana menghasilkan energi seperti matahari yang demikian besarnya. Akan ada kebijakan energi nasional yang dikeluarkan oleh Dewan Energi Nasional dimana nanti tahun 2020 nuklir akan menjadi bagian energi mix, yang sebagian besar menggunakan batubara 35%, batubara cair 5%, gas 30%, geothermal 10.000 mega watt dan sisanya 9 % dari energi terbarukan termasuk PLTN ini selain menggunkan energi terbarukan lainnya panel surya atau microhidro, karena tugas Kementerian Ristek mempersiapkan kebijakan-kebijakan kalau kita memang harus Go Nuclear mak kita sudah siap menutup percakapan.
Sumber : http://www.ristek.go.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar